Widget-Animasi

Sabtu, 23 Februari 2013

Laporan lengkap KADAR AIR TANAH



I. PENDAHULUAN
1. 1 Latar Belakang
Sebagian besar air yang diperlukan oleh tumbuhan berasal dari tanah. Air ini harus tersedia pada saat tumbuhan memerlukannya. Kebutuhan air setiap tumbuhan berbeda. Tumbuhan air memerlukan air lebih banyak dibandingkan jenis tumbuhan lainnya. 
Air merupakan substansi yang paling umum di atas bumi dan diperlukan untuk semua kehidupan. Penyediaan air tawar dalam jangka waktu lama selama terus-menerus sama dengan presipitasi (hujan) tahunan yang rata-ratanya 26 inci (650 mm) untuk permukaan lahan dunia. Tanah yang terletak di daerah peralihan atmosfer-litosfer memainkan peran penting dalam menentukan jumlah presipitasi yang mengaliri lahan dan jumlah yang meresap ke dalam tanah untuk disimpan serta digunakan di masa depan.
Kandungan air tanah dapat ditentukan dengan beberapa cara. Sering dipakai istilah-istilah nisbih, seperti basah dan kering yang merupakan kisaran yang tidak pasti tentang kadar air. Kondisi tanah menentukan jumlah air yang masuk dalam tanah dan mengalir pada permukaan tanah. Jadi tanah tidak hanya berperan sebagai media pertumbuhan tanaman tetapi juga sebagai media pengatur tata air.
Berdasarkan uraian diatas, maka perlu diadakan praktikum untuk mengetahui kandungan air pada suatu jenis tanah.


1. 2 Tujuan dan Kegunaan
Tujuan dari praktikum kadar air adalah untuk mengetahui kadar air yang dapat ditampung oleh tanah beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Kegunaan dari praktikum kadar air adalah sebagai bahan informasi kepada pembaca khususnya mahasiswa tentang kadar air pada jenis-jenis tanah yang dapat menentukan jenis suatu komoditas yang dapat dikembangkan pada tanah tersebut.
















II. TINJAUAN PUSTAKA
2. 1 Kadar Air dalam Tanah
Kadar air tanah Alfisol merupakan perubahan regim kelembaban manusia atau bahkan frekuensi yang tidak begitu sering akan mendorong periode jenuh yang silih berganti mendekati desikasi sedemikian rupa sehingga bahan-bahan yangdapat larut dalam air bergerak ke daerah jenuh dan mengendap di bagian yang kering yang tergantung pada tekstur solumnya. Air merupakan unsur utama dalam proses kimia dalam hubungannya dengan jumlah produk pelapukan fenomena translokasi. Peranan air dan suhu dalam hidrasi atau dehidrasi karbonasi dan hidrolisis cukup sulit untuk dimengerti sebagai hasil disolusi mineral, keragaman produk ion tidak hanya menggambarkan komposisi spesies yang terlarut (Hanafiah, 2005)
Kadar air juga dapat dinyatakan dalam persen volume, yaitu persentase volume air terhadap volume tanah. Cara ini mempunyai keuntungan karena dapat memberikan gambaran mengenai ketersediaan air bagi tumbuhan pada volume tanah tertentu (Hardjowigeno, 1992).
Cara penetapan kadar air tanah dapat digolongkan ke dalam:
·             Gravimetrik
·             Tegangan dan hisapan
·             Hambatan listrik (blok tahanan)
·             Pembauran neutron ( neutron scattering)
(Hakim, dkk 1986).
Cara gravimetrik merupakan cara yang paling umum dipakai. Dengan cara ini sejumlah tanah basah dikeringkan dalam oven pada suhu tertentu untuk waktu tertentu. Air yang hilang karena pengeringan tersebut merupakan sejumlah air yang terdapat dalam tanah basah (Hanafiah, 2005).
Banyaknya kandungan air dalam tanah berhubungan erat dengan besarnya tegangan air dalam tanah tersebut. Besarnya tegangan air menunjukkan besarnya tenaga yang dibutuhkan untuk menahan air tersebut dalam tanah (Hardjowigeno, 1992).
Air terdapat di dalam tanah karena ditahan oleh massa tanah, tertahan oleh lapisan kedap air, atau karena keadaan drainase  yang kurang baik (Hardjowigeno, 2003).
Kadar air merupakan komponen utama tanaman yang merupakan 70% - 90% dari berat segar. Kebanyakan spesies tanaman tak berkayu, sebagian besar air terkandung dalam isi sel (85% - 90%) yang merupakan media yang baik untuk banyak reaksi biokimia. Tetapi air mempunyai peranan lain dalam fisiologi tanaman dan  keadaannya unik yang cocok dengan sifat kimia dan fisikanya yang diperankan (Foth, 1995). Cara biasa menyatakan jumlah air yang terdapat dalam tanah adalah dalam persen tanah kering, bobot tanah lembab tak dipakai karena bergejolak dengankadar airnya.
Kadar air juga dapat dinyatakan dalam persen volume yaitu persentase volume air terhadap volume tanah. Cara ini mempunyai keuntungan karena dapat memberikan gambaran tentang ketersediaan air bagi tumbuhan pada volume tanah tertentu (Nurhayati, 1986).
2.2  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kadar Air
Kapasitas tanah untuk menahan air dihubungkan baik dengan luas permukaan maupun volume ruang pori, kapasitas menahan air karenanya berhubungan dengan struktur dan tekstur. Tanah-tanah dengan tekstur halus mempunyai maksimum kapasitas menahan air total maksimum, tetapi air tersedia yang ditahan maksimum,pada tanah dengan tekstur sedang. Penelitian menunjukkan bahwa air tersedia pada beberapa tanah berhubungan erat dengan kandungan debu dan pasir yang sangat halus (Foth, 1995)
Tanah bertekstur halus menahan air lebih banyak pada seluruh selang energy dibandingkan dengan tanah bertekstur kasar. Hal ini dimungkinkan karena tanah bertekstur halus mempunyai bahan koloidal, ruang pori dan permukaan adsortif yang lebih banyak (Nurhayati,1986). Hardjowigeno (1987) menambahkan bahwa tanah yang bertekstur kasar mempunyai kemampuan menahan air yang kecil dari pada tanah bertekstur halus. Oleh karena itu tanaman yang ditanam pada tanah pasir umumnya lebih mudah kekeringan daripada tanah-tanah bertekstur lempung atau liat.Selain sifat tanah, faktor tumbuhan dan iklim sangat mempengaruhi jumlah air yang dapat diabsorsikan tumbuhan tanah, faktor-faktor tumbuhan antara lain,bentuk perakaran, daya tahan terhadap kekeringan, tingkat dan stadia pertumbuhan. Faktor iklim antara lain, temperatur, kelembaban dan kecepatan angin.
Diantara sifat-sifat tanah yang berpengaruh terhadap jumlah air yang tersedia adalah daya hisap (matrik dan osmotik), kedalaman tanah dan pelapisan tanah (Nurhayati, 1986). Adapun pengaruhnya bahan organik terhadap sifat-sifat tanah dan akibatnya juga bagi pertumbuhan tanaman adalah sebagai emulgator (memperbaiki strukturtanah), sumber hara N, P, S, menambah kemampuan tanah untuk menahan air, menambah kemampuan tanah untuk menahan unsur-unsur hara dan sumber energy bagi mikroorganisme (Hardjowigeno, 2003). Hal ini penting untuk tumbuhan berakar dalam. Pelapisan tanah berpengaruh terhadap jumlah air tersedia dan pergerakannya dalam tanah.
Kemampuan tanah menahan air dipengaruhi antara lain oleh tekstur tanah. Tanah-tanah bertekstur kasar mempunyai daya manahan air lebih kecil dari pada tanah bertekstur halus. Oleh karena itu, tanaman yang ditanam pada tanah pasir umumnya lebih mudah kekeringan dari pada tanah-tanah bertekstur lempung atau liat. Air tanah selalu aktif semenjak permulaan dalam membantu proses pembentukan horizon-horizon tanah. Air penting untuk pertumbuhan tanaman dan reaksi-reaksi kimia dalam pelapukan mineral. Air perkolasi membantu siklus unsur hara dan pemindahan liat, oksidasi besi dan aluminium, garam-garam dan lain-lain. Di daerah kering gerakan air ke atas, menyebabkan terjadinya akumulasi garam di permukaan tanah (Hardjowigeno, 2003).



III. METODOLOGI
3. 1 Tempat dan Waktu
Praktikum kadar air tanah dilaksanakan di belakang Laboratorium Kimia Tanah Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Makassar.  Praktikum ini dilaksanakan pada Rabu, 14 November 2012 berlangsung dari pukul 15.00 WITA sampai dengan selesai.
3. 2  Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan pada praktikum ini adalah cangkul, plastik, ember, cawan petridish, timbangan dan oven, sedangkan bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah sampel tanah Alfisol dan air.     
3. 3 Prosedur Kerja
Ø Gravimetrik
1.    Timbang cawan Petris, kemudian tambahkan 20 gram tanah kering udara. Keringkan di dalam oven suhu 105o C selama 2 x 24 jam
2.    Keluarkan cawan Petridis dan tanah dari oven, keringkan dalam desikator, kemudian timbang cawan Petridis bersama tanah.
3.    Hitunglah  dengan rumus :
Berat cawan Petridis = a gram
Berat cawan Petridis + tanah kering udara = b gram
Berat cawan Petridis + tanah kering oven = c gram
Berat tanah kering udara = (b-a)
Berat tanah kering oven = (c-a)
Berat air yang hilang = (b-c)
Kandungan kadar air   =    x 100  % 
Ø Kapasitas Lapang
1.    Menentukan tempat/lokasi yang datar dan dekat dengan sumber air.
2.    Membersihkan tempat tersebut dari rerumputan.
3.    Membuat bedengan dengan ukuran 1 x 1 meter.
4.    Setelah bedengan dibuat cukup tinggi, padatkan bedengan tersebut untuk mencegah air merembes.
5.    Menyiapkan air  +  200 liter dan menumpahkan pada bedengan secara bersamaan sampai tanah tersebut jenuh air.
6.    Menutup bedengan dengan menggunakan plastik. Memastikan bahwa seluruh  bedengan tertutup rapat, kemudian diamkan selama 1 x 24 jam.
7.    Setelah didiamkan selama 1 x  24 jam, membuka plastik yang menutupi bedengan kemudian menyungkil tanahnya.
8.    Menimbang tanah yang telah dicungkil (nilai tersebut sebagai berat basah) kemudian mengovenkan selama 1 x 24 jam.
9.    Setelah di ovenkan, menimbang tanahnya  (nilai tersebut sebagai berat kering).
10.    Menghitung kadar air kapasitas lapang dengan menggunakan rumus : Kadar air kapasitas lapang : berat tanah basah – berat tanah kering oven
                                                  berat tanah kering oven
11.    Melakukan analisis ukuran partikel untuk mengetahui persen liat pada tanah lalu menghitung kadar air pada titik layu permanen dengan menggunakan rumus .
Kadar air TLP =  (0,649 + 0,3538 x % liat)
                                          100
12.     Menghitung air tersedia dengan menggunakan rumus :
Air Tersedia = Kadar air kapasitas lapang – kadar air TLP















IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Berdasarkan hasil pengamatan, maka diperoleh hasil sebagai berikut  :
Tabel 9. Hasil Perhitungan Kadar pada Tanah alfisols dan Tanah Vertisol
Jenis Tanah
Kadar Air (%)
Alfisols
66,28%
Vertisol
2,70%
Sumber :  Data Primer, 2012.
4.2 Pembahasan
Pada profil tanah Alfisols memiliki nilai kadar air sebesar 66,28%. Nilai kadar air yang dimiliki oleh tanah ini adalah tinggi, karena tanah tersebut memiliki tekstur yang halus, dimana tekstur tanah halus akan banyak menampung air atau daya menahan airnya tinggi. Hal ini sesuai dengan pendapat Hakim, dkk. (1986), yang menyatakan bahwa tanah bertekstur halus menahan air lebih banyak dibandingkan dengan bertekstur kasar.
Pada tanah Vertisol memiliki nilai kadar air sebesar 2,70 %. Kadar air pada Vertisol lebih rendah dibandingkan Alfisol. Tanah-tanah bertekstur liat, karena lebih halus maka setiap satuan berat mempunyai luas permukaan yang lebih besar sehingga kemampuan menahan air tinggi.  Hal ini sesuai dengan pendapat Pairunan, dkk.(1985), yang menyatakan bahwa liat dapat menyimpan air lebih banyak dari pasir,karena liat mempunyai luas permukaan yang luas yang dapat diseliputi air.
V. PENUTUP
5. 1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil yang telah diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa :
1.    Kandungan kadar air pada tanah Alfisol dengan menggunakan metode gravimetric adalah 66,28% dan pada tanah Vertisol 2,70%.
2.    Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah/kadar air dalam tanah adalah hubungan tegangan dengan kelembapan, kadar garam, kedalaman tanah, dan strata atau lapisan tanah.
5. 2. Saran
Sebaiknya dalam memilih tanah pertanian, perlu diperhatikan kandungan air tanah untuk suatu jenis tanah. Karena kadar air tanah cukup berperan setelah bahan organik tanah yang turut mempengaruhi kandungan unsur hara yang diperlukan tanaman dalam pertumbuhan dan perkembangannya.









DAFTAR PUSTAKA
Hakim, dkk, 1986. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung, Lampung
Hanafiah MS, Ali, Kemas. 2005. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. PT Praja Grafindo
            Persada: Jakarta.
Hardjowigeno, H, Sarwono. 1992. Ilmu Tanah. PT Melton Putra: Jakarta
                         , 2003. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo, Jakarta
            Persada: Jakarta.
Pairunan, dkk, 1985. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Badan Kerjasama Perguruan Tinggi
Negeri Indonesia Timur













LAMPIRAN
Hasil Perhitungan Kandungan Kadar Air Tanah (%) Tanah Alfisol Lapisan I, II, III
A. Gravimetric
Lapisan I
- Berat cawan petridish                                               = 44,2 gram…………(a)
- Berat cawan petridish + tanah kering udara             = 94,2 gram…………(b)
- Berat cawan petridish + tanah kering oven              = 83,6 gram…………(c)
- Berat tanah kering udara                                          = 50 gram……………(b-a)
- Berat tanah kering oven                                            = 39,4 gram………….(c-a)
- Berat air yang hilang                                                 = 10,8 gram………….(b-c)
Ditanyakan : kandungan air tanah                              =………………..%?
Penyelesaian :
Kandungan Air tanah                                                             =    x 100 
=  x 100  %
                                                                        = 26,903 %
B. Kapasitas Lapang
Diketahui :
Berat tanah basah                                = 50 gram
Berat tanah kering oven                      = 39,4
Kadar air kapasitas lapang                  = berat tanah basah – berat tanah kering oven
                                                                   berat tanah kering oven
=   
=  0,269
Kadar air TLP                                     = (0,649 + 0,3538 X % liat)
       100





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar